Dairi - Kehadiran buah hati kini tidak hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga kemudahan akses identitas di Kabupaten Dairi. Melalui sinergi yang kian solid, pasangan orang tua yang baru saja menyambut kelahiran bayi di RSUD Sidikalang, seluruh Puskesmas se-Kabupaten Dairi, hingga Klinik Swasta, kini dapat langsung membawa pulang Akta Kelahiran secara instan.
Terobosan ini merupakan buah dari kerja sama terintegrasi yang dijalin oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Dairi dengan berbagai fasilitas kesehatan (Faskes).
Tujuannya jelas: memastikan setiap anak Dairi terlindungi hak sipilnya sejak hari pertama mereka melihat dunia.
Kepala Dinas Dukcapil Dairi, Dr. Deddy Situmorang, SE,
M.Si, menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan untuk memangkas birokrasi yang selama ini dianggap merepotkan.
Dengan sistem ini, orang tua tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor Dukcapil di tengah masa pemulihan pasca-bersalin.
Kami terus bergerak menciptakan inovasi pelayanan prima yang benar-benar membahagiakan masyarakat. Melalui kemudahan ini, warga tidak perlu lagi merasa repot. Begitu bayi lahir, dokumen Adminduk diproses dan langsung diserahkan di Faskes.
Inilah kecepatan dan kemudahan yang kami hadirkan untuk warga Dairi, ujar Dr. Deddy dari ruang kerjanya.
Kebahagiaan penyerahan dokumen ini terasa serentak di berbagai titik pelayanan. Di RSUD Sidikalang, wajah penuh syukur terpancar dari pasangan Dedy Berutu dan Watinah saat menerima akta kelahiran untuk putra mereka, Aryan Putra Berutu, yang berasal dari Desa Juma Great.
Di pusat kota, pasangan Indra Frans Maruli Tua Manullang dan Christin Natalia Br Ginting juga tersenyum lega menyambut identitas resmi bagi Gavino Thessalonik Manullang.
Sukacita yang sama juga dirasakan keluarga Luis Pernando Sitanggang dan Lawarni Simanullang dari Parbuluan III yang mengantongi akta untuk Ryuga Cavero Sitanggang.
Bergeser ke area pelayanan Puskesmas, kehangatan hadir di Puskesmas Sigalingging saat keluarga Indra Hamonangan Dumartono Situmorang dan Rani Yulani Silaban menerima identitas resmi bagi Jay Oliver Situmorang.
Sementara itu, di Puskesmas Sopo Butar, dua keluarga dari Siempat Nempu Hilir turut merasakan kemudahan ini, yakni pasangan Edison Lumban Batu dan Mariana Sinaga untuk putri mereka Debora Oktavia, serta keluarga Ruhut J. Banjar Nahor dan Elfrida Simbolon yang membawa pulang akta bagi Olivia Banjar Nahor.
Pelayanan di Puskesmas Tigalingga pun tak kalah produktif dengan menyerahkan tiga dokumen sekaligus. Pasangan Dedy Aritonang dan Hotma Marbun menyambut akta Olovia D. Aritonang, disusul pasangan Joel Tarigan dan Emlamria Sinaga untuk Celin Pepayosa Tarigan, serta keluarga Lambok Ujung dan Rusmyanty Hutapea yang menerima dokumen resmi bagi Axel Albetra Ujung.
Tak hanya di fasilitas milik pemerintah, Klinik Bersalin St. Martina juga menunjukkan komitmen serupa dengan menyerahkan akta bagi Rydan Acello Hutahayan, putra dari pasangan Tumpak Hutahayan dan Lince Mariani, serta kado identitas bagi putra pasangan Jen Mar Pinem, yakni Jenmar Frans Pinem.
Kecepatan layanan ini membuktikan bahwa Kabupaten Dairi serius dalam mengimplementasikan transformasi digital dan kolaborasi lintas sektor. Dengan dokumen Adminduk di tangan, bayi-bayi tersebut kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan kesehatan lanjutan, jaminan sosial, dan perlindungan hukum di masa depan.