Sidikalang - Kabupaten Dairi kembali mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan transformasi digital di Indonesia.
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri RI memilih Bumi Pakpak sebagai salah satu dari hanya tujuh kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk pelaksanaan Sosialisasi Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), Jumat (27/02).
Bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, kegiatan strategis ini menjadi tonggak sejarah baru dalam integrasi data kependudukan untuk memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Acara dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Junihardi David Ricardo Siregar, MM, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Lamhot Charles Bancin, ST, MAP. Dalam arahannya, Junihardi menegaskan bahwa penunjukan Dairi sebagai lokus nasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
Menjadi salah satu dari tujuh daerah terpilih di Indonesia adalah bukti kepercayaan pusat terhadap Dairi. Kami berkomitmen penuh mendukung program prioritas Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, terkait Digitalisasi Perlindungan Sosial melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tegas Junihardi di hadapan para peserta.
Junihardi juga menekankan bahwa Identitas Kependudukan Digital (IKD) adalah pintu masuk utama (gateway) dari seluruh sistem ini. Oleh karena itu, para pendamping sosial (PKH, TKSK) dan operator desa SIKS-NG yang hadir sebagai ujung tombak pelayanan wajib menguasai aspek teknis maupun edukasi IKD kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Junihardi memaparkan pencapaian luar biasa Dukcapil Dairi dalam memberikan pelayanan bagi seluruh Warga Dairi. Saat ini, layanan administrasi kependudukan (Adminduk) telah menjangkau seluruh kecamatan hingga 161 desa dan 8 kelurahan.
Inovasi seperti integrasi layanan dengan RSUD Sidikalang, 18 Puskesmas untuk akta lahir instan, hingga program Jemput Bola pemberian akta perkawinan di Gereja dan KUA, menjadi bukti nyata bahwa negara hadir secara proaktif. Visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Dairi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing melalui pemerataan pembangunan kini semakin nyata melalui digitalisasi ini.
Narasumber dari Direktorat Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN), Andi Alan Firman, yang hadir bersama Mohammad Adhitya Andhika, menyampaikan apresiasi atas komitmen tinggi Pemerintah Kabupaten Dairi.
Kegiatan hari ini adalah wujud semangat Dukcapil PRIMA: Profesional, Ramah, Inovatif, Melayani, dan Akurat. Program digitalisasi Perlinsos yang saat ini menjadi pilot project di Banyuwangi, ditargetkan akan diimplementasikan secara nasional pada tahun 2026. Karena akses portalnya melalui IKD, maka peran aktif Bapak/Ibu sekalian di Dairi sangat krusial, ujar Andi Alan Firman saat membacakan sambutan Dirjen Dukcapil.
Ia juga meminta dukungan Dukcapil Dairi untuk terus menyebarkan informasi yang benar mengenai IKD, mengingat peran strategis dinas ini dalam setiap peristiwa penting kehidupan warga.
Kadis Dukcapil Dairi, Dr. Deddy Situmorang, menyambut baik kegiatan ini sebagai suplemen pengetahuan bagi para pejuang data di lapangan.
Teknologi informasi berkembang pesat. Petugas kita, baik pendamping PKH maupun TKSK, harus mampu beradaptasi. Dengan IKD yang terintegrasi aplikasi Perlinsos, kita dapat membantu warga yang mengalami kendala dalam pengusulan bantuan sosial secara lebih maksimal, tutup Dr. Deddy.
Hadir dalam kegiatan ini jajaran pejabat eselon III Dukcapil, termasuk Sekdis Rayambong Sitohang, ST, MAP, Kabid Dafduk Karma Melody Capah, ST, Kabid Capil Hendra Purba, SH, Kabid PIAK Indra Simanjuntak, S.Kom, serta perwakilan Dinas Sosial, Juara Sihite.