Silalahi - Momen pemberkatan pernikahan pasangan Dragas Mangatur Sihaloho dan Nonita di Gereja HKBP Silalahi Ressort Silalahi, Kecamatan Silalahi, terasa semakin istimewa.
Pasalnya, sesaat setelah janji suci diucapkan, pasangan ini tidak hanya sah di mata agama, tetapi juga langsung memegang dokumen resmi dari negara, Rabu (25/03).
Kehadiran tim Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Dairi di tengah prosesi sakral tersebut merupakan bagian dari program unggulan Jempol Siturang (Jemput Bola Siap Turun Langsung), yang bertujuan memastikan setiap peristiwa penting warga terdokumentasi dengan cepat dan mudah.
Prosesi pemberkatan yang dipimpin oleh Pdt. Dian Paulus N.H. Tambunan,
S.Th., berlangsung khidmat. Kehadiran negara diwakili oleh Staf Dukcapil yang bertugas di Kecamatan Silalahi Sabungan, Era Wida Simaibang, yang datang untuk menyerahkan langsung Akta Pernikahan kepada kedua mempelai.
Hari ini kami hadir memenuhi permintaan masyarakat melalui layanan Jempol Siturang. Tujuan kami jelas, yaitu memberikan kepastian hukum bagi pasangan baru secara instan.
Dengan menyerahkan akta nikah langsung di gereja, warga tidak perlu lagi repot mengurusnya secara mandiri ke kantor dinas setelah acara selesai, ujar Era Wida dengan senyum ramah.
Langkah proaktif Dukcapil Dairi ini menuai pujian dari pihak keluarga. Perwakilan keluarga mempelai pria, marga Sihaloho, mengungkapkan rasa bangganya atas transformasi pelayanan publik yang kini semakin menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.
Pelayanan seperti ini sangat kami perlukan. Pengurusan dokumen sekarang jauh lebih mudah dan manfaatnya langsung bisa dirasakan di hari bahagia ini. Kami sangat mengapresiasi dan berharap pelayanan jemput bola ini terus konsisten dilaksanakan untuk warga lainnya, ungkapnya dengan nada bangga.
Penyerahan dokumen dilakukan secara bersama-sama oleh Era Wida Simaibang dan Pdt. Dian Paulus N.H. Tambunan kepada pasangan Dragas dan Nonita di hadapan para saksi dan jemaat yang hadir.
Sinergi ini membuktikan bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah dan lembaga keagamaan mampu menciptakan pelayanan publik yang humanis dan efisien.